Menkes Budi : Penting, Bidan Harus Membangun Sistem Rujukan yang Rapi, Pesan Menkes kepada Kolegium Kebidanan

Menkes Budi : Penting, Bidan Harus Membangun Sistem Rujukan yang Rapi, Pesan Menkes kepada Kolegium Kebidanan

  • 19 Juni 2025
  • Berita
  • 299

19 Juni 2025 - Kolegium Kebidanan menyelenggarakan Diseminasi Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kebidanan Indonesia yang diadakan di Auditorium Lt.4 Gedung Direktorat Jenderal SDM Kesehatan, Kemenkes, Jakarta.

Kegiatan dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, Duta Besar Kanada untuk Indonesia, UNFPA Indonesia, Ketua Kolegium Masing-Masing Kesehatan Indonesia, Pimpinan Asosiasi Pendidikan dan Profesi Kebidanan serta Organisasi Profesi.

Menkes Budi G Sadikin dalam sambutannya menjelaskan bahwa tahun 2024 Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 33.150 kematian, sedangkan Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 4.150 kematian.

"Kita masih memiliki sekitar 33.000 kematian bayi tiap tahun, dan sekitar 4.000 kematian ibu dalam proses lahiran, angka ini sangat tinggi." kata Menkes.

Peran bidan sangatlah penting hal ini bersamaan dengan tujuan utama Pemerintah saat ini yaitu memastikan radius kematian ibu dan bayi.

“Objektifitas nomor 1 dari pemerintah, kita masih memastikan radius mortality dari ibu dan bayi, dan membutuhkan bantuan dari tenaga bidan” ucap Menkes.

Dengan begitu, Menkes Budi berpesan kepada Kolegium Kebidanan, terdapat 4 poin penting bagi bidan di Indonesia, yaitu:

  1. Disiplin melakukan register data kelahiran bayi
  2. Sistem pendidikan dan kurikulum yang terstandar Internasional
  3. Membangun sistem rujukan yang rapi
  4. New Model Midwife

"Pertama, disiplin dalam melakukan entry data tiap kelahiran bayi. Kedua, sistem pendidikan dan kurikulum yang terstandar internasional. Ketiga, membangun sistem rujukan yang rapi. Keempat, mengembangkan dan memperluas New Model Midwife di Indonesia." - Imbuh Menkes.

Hal ini sangat penting untuk melahirkan bidan profesional yang kompeten dan siap menghadapi tantangan sistem pelayanan kesehatan global.

Adapun Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, Arianti Anaya mengharapkan forum ini akan terjadi dialog yang kontruktif untuk penyempurnaan kurikulum dalam peningkatan mutu kebidanan di indonesia.

"Harapan kami dalam forum ini akan terjadi dialog yang kontruktif untuk penyempurnaan kurikulum dalam peningkatan mutu kebidanan di indonesia, sehingga nantinya kita dapatmelahirkan bidan-bidan profesional yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak."

facebook twitter email whatapps