Pertemuan Panel Expert Validasi Soal Uji Kompetensi Nasional PMIK Tahun 2026
Tangerang Selatan, 18–20 Mei 2026 — Kolegium Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) menyelenggarakan kegiatan Panel Expert Validasi Soal Uji Kompetensi Nasional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan pada tanggal 18 hingga 20 Mei 2026 di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangerang Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas undangan Konsil Kesehatan Indonesia terkait penyusunan dan validasi soal uji kompetensi nasional bagi tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK).
Pertemuan tersebut menghadirkan para pakar dan praktisi PMIK dari berbagai institusi pendidikan, rumah sakit, serta fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Para peserta berasal dari berbagai daerah, baik dalam kota maupun luar kota, yang mewakili rumah sakit vertikal, rumah sakit daerah, politeknik kesehatan, universitas, hingga institusi kesehatan lainnya.
Ketua Kolegium Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, Dr. Tedy Hidayat, S.ST.RMIK., M.MRS, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan mutu dan kualitas soal uji kompetensi nasional agar sesuai dengan standar kompetensi profesi PMIK yang berlaku.
“Melalui kegiatan panel expert ini, kami berharap setiap butir soal yang digunakan dalam uji kompetensi nasional benar-benar valid, reliabel, dan mampu mengukur kompetensi lulusan secara objektif,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta melakukan telaah, diskusi, serta validasi terhadap soal-soal uji kompetensi yang telah disusun oleh tim penyusun. Proses validasi dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek substansi materi, tingkat kesulitan, kesesuaian dengan kurikulum, serta standar pelayanan kesehatan terkini.
Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antar akademisi dan praktisi PMIK dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan profesionalisme tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan di Indonesia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan Uji Kompetensi Nasional PMIK ke depan dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan tenaga profesional yang kompeten, berkualitas, serta siap menghadapi tantangan transformasi layanan kesehatan di era digital.